Dosa Yang Sering Dilakukan

Beberapa dosa yang sering dilakukan oleh manusia dalam kehidupan sehari - hari salah satu faktornya dikarenakan dosa tersebut dianggap sepele maupun dosa tersebut sudah dianggap menjadi hal wajar selama hidup diantara lingkungan kerja, tempat tinggal dan tempat perbelanjaan. Pada kesempatan kali ini penulis akan membahas dosa - dosa yang sering dilakukan diantaranya bahaya ghibah dan zina mata.

Bahaya Ghibah

Larangan ghibah telah jelas dan berhati - hatilah kita untuk menjaga lisan kita, Allah Subhanahu wa Ta’ala berfirman 49:12 yang kurang lebih adalah dan janganlah sebahagian kamu menggunjing sebahagian yaang lain. Sukakah salah seorang di antara kamu memakan daging saudaranya yang sudah mati? Maka tentulah kamu merasa jijik kepadanya. Dan bertakwalah kepada Allah. Sesungguhnya Allah Maha Penerima taubat lagi Maha Penyayang.

Selain itu, hadist Abu Daud: 4880
وَلَمْ يَدْخُلِ الْإِيمَانُ قَلْبَهُ لَا تَغْتَابُوا الْمُسْلِمِينَ وَلَا تَتَّبِعُوا عَوْرَاتِهِم فَإِنَّهُ مَنِ اتَّبَعَ عَوْرَاتِهِمْ يَتَّبِعُ اللَّهُ عَوْرَتَهُ وَمَنْ يَتَّبِعِ اللَّهُ عَوْرَتَهُ يَفْضَحْهُ فِي بَيْتِهِ
"Wahai orang-orang yang beriman dengan lisannya, namun keimanan itu belum masuk ke dalam hatinya! Janganlah kalian mengghibah (menggunjing) kaum Muslimin. Jangan pula mencari-cari aib mereka. Barangsiapa yang mencari-cari aib mereka, (maka) Allah akan mencari-cari aibnya. Dan barangsiapa yang Allah mencari-cari aibnya, niscaya Allah akan membeberkan aibnya, meskipun dia di dalam rumahnya".

Hadist yang menerangkan larangan keras mengenai ghibah antara lain Muslim no 2589, Abu Dawud no 4874, At-Tirmidzi no 1999

اللهِ قَالَ : أَتَدْرُوْنَ مَا الْغِيْبَةُ ؟ قَالُوْا : اللهُ وَ رَسُوْلُهُ أَعْلَمُ، قَالَ : ذِكْرُكَ أَخَاكَ بِمَا يَكْرَهُ، فَقِيْلَ : أَفَرَأَيْتَ إِنْ كَانَ فِيْ أَخِيْ مَا أَقُوْلُ ؟ قَالَ : إِنْ كَانَ فِيْهِ مِا تَقُوْلُ فَقَدِ اْغْتَبْتَهُ, وَ إِنْ لَمْ يَكُنْ فِيْهِ مَا تَقُوْلُ فَقَدْ بَهَتَّهُ

“Dari Abu Hurairah Radhiyallahu ‘anhu bahwsanya Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda: “Tahukah kalian apakah ghibah itu?”. Sahabat menjawab: “Allah dan Rasul-Nya yang lebih mengetahui”. Nabi Shallallahu ‘alaihi wa sallam berkata: “Yaitu engkau menyebutkan sesuatu yang tidak disukai oleh saudaramu”, Nabi Shallallahu ‘alaihi wa sallam ditanya: “Bagaimanakah pendapat anda, jika itu memang benar ada padanya ? Nabi Shallallahu ‘alaihi wa sallam menjawab: “Kalau memang sebenarnya begitu berarti engkau telah mengghibahinya, tetapi jika apa yang kau sebutkan tidak benar maka berarti engkau telah berdusta atasnya”.


Zina Mata

Peluang yang sangat besar seorang manusia melakukan zina mata dikarenakan pada setiap tempat bekerja, televisi, tempat umum sampai melalui internet hampir tidak pernah luput dengan adanya dosa zina mata ini. Allah telah berfirman di surat Nur: 30-31 di mana larangan dan perintah untuk menjaga pandangan bagi seorang yang beriman.

قُلْ لِلْمُؤْمِنِينَ يَغُضُّوا مِنْ أَبْصَارِهِمْ وَيَحْفَظُوا فُرُوجَهُمْ ذَلِكَ أَزْكَى لَهُمْ إِنَّ اللَّهَ خَبِيرٌ بِمَا يَصْنَعُونَ (٣٠) وَقُلْ لِلْمُؤْمِنَاتِ يَغْضُضْنَ مِنْ أَبْصَارِهِنَّ وَيَحْفَظْنَ فُرُوجَهُنَّ
“Katakanlah kepada orang laki-laki yang beriman: “Hendaklah mereka menahan pandanganya, dan memelihara kemaluannya; yang demikian itu adalah lebih suci bagi mereka, Sesungguhnya Allah Maha mengetahui apa yang mereka perbuat”. Katakanlah kepada wanita yang beriman: “Hendaklah mereka menahan pandangannya, dan kemaluannya.”

Zina mata juga merupakan tantangan dikarenakan penglihatan ini sangat sulit terjaga dari pandangan - pandangan yang seharusnya tidak untuk dipandang. Shahih Bukhari, no.6243 dan Shahih Muslim, no.2657, Sebagaimana Rasulullah صلى_الله_عليه_وسلم bersabda:


ﺇِﻥَّ ﺍﻟﻠﻪَ ﻛَﺘَﺐَ ﻋَﻠَﻰ ﺍﺑْﻦِ ﺁﺩَﻡَ ﺣَﻈَّﻪُ ﻣِﻦَ ﺍﻟﺰِّﻧَﺎ، ﺃَﺩْﺭَﻙَ ﺫَﻟِﻚَ ﻟَﺎ ﻣَﺤَﺎﻟَﺔَ، ﻓَﺰِﻧَﺎ ﺍﻟْﻌَﻴْﻨَﻴْﻦِ ﺍﻟﻨَّﻈَﺮُ، ﻭَﺯِﻧَﺎ ﺍﻟﻠِّﺴَﺎﻥِ ﺍﻟﻨُّﻄْﻖُ، ﻭَﺍﻟﻨَّﻔْﺲُ ﺗَﻤَﻨَّﻰ ﻭَﺗَﺸْﺘَﻬِﻲ، ﻭَﺍﻟْﻔَﺮْﺝُ ﻳُﺼَﺪِّﻕُ ﺫَﻟِﻚَ ﺃَﻭْ ﻳُﻜَﺬِّﺑُﻪُ
“Sesungguhnya Allah menetapkan jatah zina untuk setiap manusia. Dia akan mendapatkannya dan tidak bisa dihindari: Zina mata dengan melihat, zina lisan dengan ucapan, zina hati dengan membayangkan dan gejolak syahwat, sedangkan kemaluan membenarkan semua itu atau mendustakannya.”
Pada kitab Dzammul Hawa ditulis oleh Ibnul Jauzi Penerbit Pustaka Al kautsar, dari Abdullah bin Abi Hudzail berkata, “Abdullah bin Mas’ud masuk dalam sebuah rumah mengunjungi seseorang yang sakit, beliau bersama beberapa orang. Dan dalam rumah tersebut terdapat seorang wanita maka salah seorang dari mereka orang-orang yang bersamanya memandang kepada wanita tersebut, maka Abdullah (bin Mas’ud) berkata kepadanya,“Jika matamu buta tentu lebih baik bagimu””

Seorang muslim dalam berusaha menjauhi dosa zina mata ini senantiasa untuk selalu berdoa agar dijauhkan darinya, dari hadist - hadist yang ada, At-Thirmidzi no 3492, Abu Dawud no 1551, An-Nasai no 5444


اللَّهُمَّ إِنِّي أَعُوْذُ بِكَ مِنْ شَرِّ سَمْعِي وَ مِنْ شَرِّ بَصَرِي وَ مِنْ شَرِّ لِسَانِيْ وَ مِنْ شَرِّ قَلْبِي وَ مِنْ شَرِّمَنِيِّ
Ya Allah aku berlindung kepadamu dari keburukan pendengaranku, dari keburukan pandanganku, dari keburukan lisanku, dari keburukan hatiku, dan dari keburukan maniku (kemaluanku)

Tidak cukup dengan berdoa saja namun ikhtiar maupun tawakal sangat perlu untuk dilakukan. Sudah selayaknya sebagai seorang muslim yang berharap surga dan dijauhkan dari api neraka, sejatinya untuk bersungguh - sungguh, berusaha dan menjauhi zina mata.

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Pentingnya Belajar Tauhid

Salam Setelah Shalat

Bahaya Riba Bagi Masyarakat